Senin, 11 Maret 2013

Kisah Petualangan Tintin


Ada sebuah joke yang beredar diantara Saya dan kawan-kawan, tentang profesi seorang wartawan. Dewasa ini, wartawan merupakan sebuah profesi yang sangat menjanjikan dan memuaskan, baik dilihat dari segi materi maupun dari tantangan kerja. Menurut kawan Saya tersebut, yang jadi wartawan sekarang ini dikarenakan dari kecil terbiasa membaca komik Kisah Petualangan Tintin.
Kelakar itu ada benarnya juga, karena Tintin sangat dikenal oleh anak-anak sedunia, khususnya yang ada dikota-kota besar. Tintin digambarkan sebagai seorang pahlawan sekaligus wartawan, yang gemar bertualang di berbagai negara, dari Eropa sampai Amerika juga dari Asia sampai Afrika.
Petualangan lintas benua tersebut, merupakan buah karya dari Herge atau Georges Prosper Remi, yaitu seorang komikus berkebangsaan Belgia. Ia dilahirkan di sebuah distrik di kota Brussel, pada tanggal 22 Mei 1907. Bakatnya sudah mulai terlihat ketika mulai masuk sekolah dan tergolong pandai dalam semua mata pelajaran, terlebih lagi pada mata pelajaran menggambar. Disamping itu, Herge sangat menyukai kegiatan kepanduan dan ditekuninya sampai sekitar tahun 1950an. Berdasarkan pengakuannya, masa-masa mengikuti kepanduan merupakan masa-masa yang paling menyenangkan dalam hidupnya. Hal tersebut, bisa jadi merupakan salah  satu yang memotivasi dan memberikan inspirasi pada karya-karya Herge.
Di negara asalanya, Tintin mulai terbit sebagai cerita bergambar dalam majalah Le Petit Vingtieme, tepatnya pada tanggal 10 januari 1929 sebanyak 2 halaman setiap minggunya. Tintin memulai petualangannya pada buku Petualangan Tintin di Tanah Sovyet dan petualangan terakhirnya diberi judul Tintin dan Alpha Art. Sebagai catatan, buku ini diselesaikan oleh rekannya dan tentu saja dengan persetujuan ahli warisnya.
Ada 3 buah penerbit yang menerbitkan buku-buku Tintin di Indonesia, yaitu Penerbit 35 Djakarta, Indira dan Gramedia. Terdepat perbedaan antara buku-buku terbitan Indira dengan buku-buku terbitan Gramedia sekarang ini, seperti tokoh Calculus berubah menjadi Lakmus, Thompson dan Thomson diganti menjadi Dupont dan Dupond, Snowi berubah menjadi Milou. Terakhir secara fisik terbitan Gramedia, menjadi lebih kecil dan ekonomis. Tentu saja hal-hal tersebut tidak terlalu mengganggu para penikmat dan pencinta Tintin, ketika membaca kisah petualangannya.


   




Kepada penggemar dan pencinta Tintin, kalau berminat pada buku atau merchendise Tintin silakan call/sms ke 085355977654, untuk buku-buku baru harganya Rp 45000 dengan discount 10%, terima kasih tanggapannya....













Minggu, 10 Maret 2013

Buku-buku Wanita Bertemakan Psikologis


Sybil Rp 50000
Kegelisahan Seorang feminis Rp 45000
Surat-surat dari karen Rp 25000

Yang berminat, silakan call/sms ke 085355977654, terima kasih tanggapannya.....





Sabtu, 09 Maret 2013

Buku Serba Neka







Dalog Dengan Jin Rp 20000
Matilda Rp 15000
Ozzy Rp 15000
Kongsi dan spekulasi Rp 20000
Mengusir matahari Rp 35000 (terjual)
Bisnis Cara jepang Rp 20000
Menyelamatkan masa depa Indonesia Rp 25000

Bila berminat, silakan call/sms ke 085355977654, terima kasih tanggapannya......





Buku-buku Yang Diburu Kolektor


 




 
 
Bila berminat, silakan call/sms 085355977654....terima kasih tanggapannya.......





Selasa, 05 Maret 2013

Beberapa Buku Cerita Dari Lima Benua





 
 
 
 
terima kasih, sudah terjual


Buku Seri Cerita dari Lima Benua

Pada pertengahan tahun 70-an, Penerbit Gramedia yang baru berdiri, mulai menerbitkan satu seri buku cerita dengan label Cerita dari Lima Benua. Usaha ini perlu mendapat acungan jempol, karena pada saat itu masih sangat sedikit, buku-buku diterbitkan khusus bagi pembaca anak-anak. Buku-buku cerita yang beredar kebanyakan berbentuk komik dan nota bene diperuntukkan bagi pembaca remaja dan dewasa.
 
Seri Cerita dari Lima Benua merupakan buku bacaan bagi anak-anak, dengan rentang usia dari kelas 1 sampai kelas 6 Sekolah Dasar. Adanya buku ini, diharapkan pembaca pemula yaitu anak-anak yang baru bisa membaca, diajak untuk berkelana secara imajinatif dan berkenalan dengan budaya-budaya yang ada di belahan dunia lainnya.
 
Buku-buku karya Grimm bersaudara, seperti : Bibi Holle, Isah dan Angsa atau karya-karya HC Andersen, seperti : Hikayat burung Undan, Dedi dan Malaikat, bisa dianggap cerita-cerita yang mewakili dari Benua Eropa. Dari Afrika ada buku yang berjudul Anak Gajah. sedangkan buku Zal dan Rudaba, Tiga Putera Feridun, Cengkerik Ajaib dan Bakul Sakti merupakan perwakilan cerita-cerita dari Asia.Istimewanya lagi, buku -buku yang merupakan cerita-cerita rakyat dari Indonesia banyak juga yang diterbitkan, seperti : Keris Empu Gandring, Cendrawsih, Ikan Emas, Ciung Wanara, Timun Mas dan Hang Tuah.
 
Pada saat itu, buku-buku tersebut bisa dibeli di Toko Buku Gramedia dengan harga Rp 200,- dan termasuk buku-buku yang banyak peminatnya. Kini di tempat-tempat penjual buku bekas masih bisa kita jumpai dengan harga Rp 10000,-  perbuku.

Akhir kata, walaupun buku-buku cerita tersebut bisa dikategorikan cerita fabel, myte, sage dan legenda, tetapi didalamnya terkandung nilai didaktik sehingga dengan membaca buku tersebut, anak-anak memperoleh kenikmatan membaca dan manfaat setelah membaca buku-buku tersebut.....etile & dulce....





 

Minggu, 03 Maret 2013

Beberapa Cerita Komik Seri Album Cerita Ternama